Kamis, 24 Desember 2009

Tulisan Pertama Ku.

PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013
            Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia. Hampir setiap orang menyatakan setiap terjadinya pergantian Menteri maka kurikulum Pembelajaran  berganti. Pada Tahun 2013 dilaksanakanlah Kurikulum 2013 (selanjutnya sebut K13) yang  merupakan penyempurnaan dari kurikulum yang sebelumnya yaitu KTSP dengan Karakternya. Sama seperti Al-quran yang merupakan penyempurnaan dari Kitab Taurat, zabur dan injil begitupun dengan K13 yakni penyempurnaan dari Kurikulum-kurikulum yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kurikulum ini muncul karena Pemerintah melihat generasi muda kita sudah terlalu jauh bergeser dari dari Norma dan Adat istiadat Bangsa Indonesia. Seperti salah satu contoh Norma yang sudah mulai punah, dahulu sering kita lihat budaya antri  tetapi saat ini sudah sangat sulit kita temukan. Orang lebih sering menyerobot dari pada ikut dalam suatu antrian dengan berbagai alasan yang mereka kemukakan untuk menghalalkan keinginannya tanpa memikirkan orang lain yang berada disektarnya. Contoh nyata saat antrian BBM di SPBU, pada saat kita sedang mengantri tiba-tiba datang Sepeda Motor dari belakang dan langsung  ketempat pengisian bensin dan langsung diisi oleh petugas SPBU. Alasan mereka ketika ditanya “ Adek aku yang  jadi petugas pengisi bensin itu” tanpa merasa bersalah saat memberikan argumennya. Contoh kedua misalnya saat antrian makan saat menghadiri Undangan Jamuan hal seperti inipun juga sering terjadi. Inilah salah satu contoh yang ingin diperbaiki oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia terutama pada Kepemimpinan Menteri Pendidikan M. Nuh.
Dalam k13 terdapat empat kompetensi inti yaitu Kompetensi inti 1 yang isinya tentang  religius, Kompetensi Inti 2 yang isinya tentang hubungan ssesama manusia, kompetensi  inti 3 yang isinya tentang Pengetahuan dan Kompetensi  inti 4 yang isinya tentang  keterampilan. Dengan perpaduan keempat kompetensi inti ini diharapkan terciptanya manusia yang  bukan hanya memiliki pengetahuan tetapi memiliki keterampilan, tinggi rasa solidaritas dan keimanannya. Kurikulum 2013 menginginkan manusia yang memiliki keterampilan, pengetahuan dan keimanan. Hal ini harus tertanam dalam diri setiap siswa. Dengan demikian ketika mereka terjun kedunia kerja  meka akan menjadi manusia yang terampil, berilmu, dan beriman.
Guru adalah ujung tombak dalam dunia pendidikan. Bahkan ada peribahasa “ Guru kencing berdiri murid kencing berlari” dapat diartikan apa yang diajarkan dan dilakukan oleh guru maka kan ditiru oleh siswa. Dalam K13 siswa tidak hanya diberi pengetahuan saja seperti kurikulum sebelumnya namun juga diberi keterampilan dan sikap. Dalam k13 guru lebih lebih menekankan pada penilaian  prosesnya. Jika siswa mengerjakan sesuatu maka guru melihat proses siswa dalam mengerjakan tugasnya. Kejujuran dan tanggung jawab sangat penting dalam mengerjakan tugas itu. Jika ia mencontek atau copypaste maka nilainya berbeda dengan dengan yang membuat asli, apalagi kalau dia tidak mengerjakan tugasnya. Prinsip kejujuran dan tanggung jawab harus ditanamkan sedalam  mungkin oleh guru. Karena siswa adalah calon pejabat dan orang sukses mulai dari 5 tahun yang akan datang. Di saat itulah mereka akan menerapkan dalam kehidupannya hal-hal yang selama ini guru dan orang tua mereka tanamkan.   DN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar