PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013
Kurikulum
2013 adalah kurikulum terbaru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Negara Republik
Indonesia. Hampir setiap orang menyatakan setiap terjadinya pergantian Menteri
maka kurikulum Pembelajaran berganti.
Pada Tahun 2013 dilaksanakanlah Kurikulum 2013 (selanjutnya sebut K13)
yang merupakan penyempurnaan dari
kurikulum yang sebelumnya yaitu KTSP dengan Karakternya. Sama seperti Al-quran
yang merupakan penyempurnaan dari Kitab Taurat, zabur dan injil begitupun
dengan K13 yakni penyempurnaan dari Kurikulum-kurikulum yang telah dilaksanakan
sebelumnya. Kurikulum ini muncul karena Pemerintah melihat generasi muda kita
sudah terlalu jauh bergeser dari dari Norma dan Adat istiadat Bangsa Indonesia.
Seperti salah satu contoh Norma yang sudah mulai punah, dahulu sering kita
lihat budaya antri tetapi saat ini sudah
sangat sulit kita temukan. Orang lebih sering menyerobot dari pada ikut dalam
suatu antrian dengan berbagai alasan yang mereka kemukakan untuk menghalalkan
keinginannya tanpa memikirkan orang lain yang berada disektarnya. Contoh nyata
saat antrian BBM di SPBU, pada saat kita sedang mengantri tiba-tiba datang
Sepeda Motor dari belakang dan langsung
ketempat pengisian bensin dan langsung diisi oleh petugas SPBU. Alasan
mereka ketika ditanya “ Adek aku yang
jadi petugas pengisi bensin itu” tanpa merasa bersalah saat memberikan
argumennya. Contoh kedua misalnya saat antrian makan saat menghadiri Undangan
Jamuan hal seperti inipun juga sering terjadi. Inilah salah satu contoh yang
ingin diperbaiki oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia terutama pada
Kepemimpinan Menteri Pendidikan M. Nuh.
Dalam k13
terdapat empat kompetensi inti yaitu Kompetensi inti 1 yang isinya tentang religius, Kompetensi Inti 2 yang isinya
tentang hubungan ssesama manusia, kompetensi
inti 3 yang isinya tentang Pengetahuan dan Kompetensi inti 4 yang isinya tentang keterampilan. Dengan perpaduan keempat
kompetensi inti ini diharapkan terciptanya manusia yang bukan hanya memiliki pengetahuan tetapi
memiliki keterampilan, tinggi rasa solidaritas dan keimanannya. Kurikulum 2013
menginginkan manusia yang memiliki keterampilan, pengetahuan dan keimanan. Hal
ini harus tertanam dalam diri setiap siswa. Dengan demikian ketika mereka
terjun kedunia kerja meka akan menjadi
manusia yang terampil, berilmu, dan beriman.
Guru adalah
ujung tombak dalam dunia pendidikan. Bahkan ada peribahasa “ Guru kencing
berdiri murid kencing berlari” dapat diartikan apa yang diajarkan dan dilakukan
oleh guru maka kan ditiru oleh siswa. Dalam K13 siswa tidak hanya diberi
pengetahuan saja seperti kurikulum sebelumnya namun juga diberi keterampilan
dan sikap. Dalam k13 guru lebih lebih menekankan pada penilaian prosesnya. Jika siswa
mengerjakan sesuatu maka guru melihat proses siswa dalam mengerjakan tugasnya.
Kejujuran dan tanggung jawab sangat penting dalam mengerjakan tugas itu. Jika
ia mencontek atau copypaste maka nilainya berbeda dengan dengan yang
membuat asli, apalagi kalau dia tidak mengerjakan tugasnya. Prinsip kejujuran
dan tanggung jawab harus ditanamkan sedalam
mungkin oleh guru. Karena siswa adalah calon pejabat dan orang sukses
mulai dari 5 tahun yang akan datang. Di saat itulah mereka akan menerapkan
dalam kehidupannya hal-hal yang selama ini guru dan orang tua mereka
tanamkan. DN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar